The 2020 Recap — Lessons Learned

Written on January 02, 2021 — 7 min read
image-The 2020 Recap — Lessons Learned
image-The 2020 Recap — Lessons Learned

Introduction

Pada tulisan kali ini saya akan merekap apa yang saya pelajari sepanjang tahun 2020. Kalian juga bisa menuliskan hal yang sama dan kemudian kalian bagikan supaya bisa menjadi pembelajaran kita bersama.

Putaran Roda Kehidupan Nyata Terasa

Jika saya ibaratkan hidup kita ini seperti roda. Berputar seiring berjalannya kehidupan. Ada kalanya posisi kita berada di atas. Tidak jarang juga kita ada di posisi bawah.

Banyak sekali kejadian yang kita lihat, baik langsung maupun tidak langsung, mereka yang kondisi kehidupannya berubah drasitis di masa pandemi ini. Ada yang sudah nyaman dengan karirnya yang stabil kemudian harus kehilangan pekerjaannya karena di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Ada yang sedang berada di puncak bisnisnya, kemudian harus rela gulung tikar karena bisnisnya sepi pembeli.

https-unsplash.com/photos/JqbGgavPW2k

Namun tidak sedikit juga yang sebelumnya berada di posisi bawah, saat pandemi tiba mereka diuntungkan dengan hal tersebut. Ada yang bisnisnya biasa saja, bahkan ada yang belum berbisnis sama sekali, kemudian saat pandemi tiba mereka mencapai kesuksesan berbisnis.

Saya pribadi mengalami 2 kondisi tersebut. Bermula saya berada di kondisi nyaman dengan karir. Lulus kuliah langsung kerja tanpa menempuh perjuangan menjadi job seeker. Tiba-tiba pada Desember 2019 saya diputus kontrak kerja dengan hormat di perusahaan saya waktu itu. Awal tahun 2020 berjuang mencari pekerjaan yang berujung nihil. Saya sudah dibayang-bayangi tagihan Uang Kuliah Tunggal (UKT) istri, sebab istri masih menempuh kuliah, dan juga anak yang masih berumur 3 bulan.

Dari berbagai kesempatan dan peluang yang saya coba, Alhamdulillah, Allah bukakan jalan saya untuk menempuh karir sebagai seorang freelancer. Bahkan dengan adanya pandemi ini karir saya termasuk yang diuntungkan akan hal tersebut.

Kita tidak tahu kapan kondisi kita di bawah, kapan di atas. Yang bisa kita lakukan hanyalah berencana; memikirkan segala peluang yang bisa kita ambil, berusaha; memberikan yang terbaik di setiap kesempatan, dan berdoa.

Jangan menyerah apabila kita tiba-tiba ada di posisi bawah. Dunia belum berakhir selagi kita masih menghembuskan nafas. Itu pertanda bahwa Allah masih memberi kesempatan kita untuk evaluasi dan bangkit. Ingat,

Setelah kesulitan pasti ada kemudahan.

There is A Will There is A Way

https-unsplash.com/photos/JqbGgavPW2k

Menyambung dari point 1 di atas bahwa ketika kamu memiliki keinginan yang kuat dan tekad yang bulat maka pasti akan ada jalan. Tapi dengan catatan bahwa kamu tidak melewatkan rencana dan strategi untuk mencapai keinginan tersebut. Dan doa juga tentunya.

Sebagai contoh, saya saat memutuskan untuk mengambil jalan karir sebagai seorang freelancer menuai banyak kesulitan. Mulai dari tak kunjung mendapat klien hingga mertua yang tidak sepaham dengan keputusan saya. Saya selalu saja disinggung tentang ketidakpastian pendapatan dan masa depan. Namun saya tetap bertekad untuk melanjutkan jalan tersebut. Tentunya saya juga sudah mengukur berbagai kemungkinan dari pilihan yang ada mana yang cocok dengan kondisi saya saat itu. Saya juga membuat rencana jika saya menjadi seorang freelancer langkah apa saja yang harus saya lakukan supaya bisa sukses pada karir tersebut.

Alhamdulillah, Allah tunjukkan jalan. Karir saya sebagai freelancer semakin baik dan saya juga bisa membuktikan kepada mertua bahwa jalan ini tidak seburuk yang mereka kira.

Pintar-pintar lah membaca peluang. Sekecil apapun itu. Pilih dan pilah mana opsi peluang yang sekiranya mungkin untuk dicoba. Atur rencana dan strategi, diskusi dengan orang yang sekiranya memiliki pengalaman dari opsi tersebut. Jikalah gagal jangan lupa evaluasi untuk memperbaiki strategi di opsi yang lain.

Disiplin dan konsisten adalah kunci.

Perencanaan Keuangan Sangat Penting

Pentingnya mengalokasikan dana, khususnya dana darurat karena kita tidak tahu kapan kondisi darurat itu terjadi. Seperti yang telah saya bahas pada point 1 bahwa kita tidak tahu kapan posisi kita berada di titik terendah. Awal-awal pandemi banyak sekali orang-orang yang kehilangan pekerjaan, penghasilan turun drastis, dll. Jika kita memiliki tabungan, dana darurat, setidaknya tabungan tersebut bisa sangat membantu kita untuk bertahan.

Pelajaran ini juga yang sempat saya sesali kenapa tidak saya sadari sedari dulu. Ketika itu saya berpikir bahwa perencanaan keuangan ini hanya diberlaku bagi mereka yang punya duit saja. Namun ternyata tidak. Pengalokasian uang untuk digunakan atau ditabung untuk apa saja itu sangat penting. Bahkan bagi kalian yang masih mendapatkan uang jajan dari orang tua. Jangan mentang-mentang masih mendapat “jatah” dari orang tua lalu kemudian kalian tidak belajar perencancaan keuangan. Justru mumpung masih ada kemudahan, hal tersebut bisa menjadi peluang besar untuk belajar perencanaan keuangan sejak dini.

https-unsplash.com/photos/JqbGgavPW2k

Financial planning saves my life. Saat saya tidak ada pendapatan pada suatu bulan sebab tidak ada klien, dana darurat yang saya kumpulkan dari pendapatan bulan-bulan sebelumnya sangat membantu untuk bertahan. Setidaknya hingga saya mendapat klien. Belum lagi tabungan untuk kebutuhan rumah-tangga, pekerjaan, dll jika tidak dialokasikan makan akan sangat sulit untuk merealisasikan.

Belajar perencanaan keuangan sekarang sangat mudah. Bisa dari mana saja. Dari yang gratisan hingga yang berbayar. Cukup kalian sisihkan waktu untuk mempelajarinya. Temukan metode yang tepat dengan kondisi kalian. Praktikan perlahan.

Jangan lupa berbagi. Sebab berbagi adalah investasi.

Knowledge is Very Great Investment

https-unsplash.com/photos/JqbGgavPW2k

Disamping maraknya investasi saham,reksadana, dll yang begitu mencuat di tahun 2020, ada investasi yang menurut saya jauh lebih penting, yaitu investasi keilmuan atau biasa dibilang investasi leher ke atas.

Sama seperti konsep investasi pada umumnya yang memiliki currency dan dividen, currency atau yang kita investasikan adalah waktu dan mungkin juga uang, sedangkan keuntungannya adalah peningkatan kualitas diri kita. Dengan meningkatnya kualitas diri, kita bisa boost our career.

Sebagai contoh saya pada awal memulai karir sebagai freelancer saya berbekal ilmu yang sangat minim dan bahkan sama sekali tidak ada pengalaman bagaiamana lingkungan freelance, manajemen proyek, komunikasi dengan klien, dll. Saya pun mulai untuk belajar mengenai semua hal yang dibutuhkan untuk menunjang karir saya. Karena saya sadar bahwa I am noone, tidak memiliki kemampuan yang pantas untuk bisa sukses di bidang tersebut.

Media belajarnya bisa dari mana saja. Bisa dari berbagai artikel di internet, nonton video dari Youtube, mengikuti webinar, course, dll. Baik yang gratis maupun yang berbayar

Investasi keilmuan ini merupakan investasi yang menjanjikan. Keuntungannya bisa jangka pendek dan jangka panjang selama kita langsung mau mengaplikasikannya. Berbeda dengan investasi keuangan, penentu besar untung dan rugi dari investasi ini adalah kita sendiri.

Personal Branding is Matter

Kalau kata Bang Iqbal Hariadi bahwa Personal branding adalah investasi. Currency atau yang kita investasikan adalah konten. Sedangakn dividen atau keuntungan yang didapat adalah peluang; peluang pekerjaan, proyek, bisa kenal dengan banyak orang, dll. Sebagaimana investasi jika kita jalani ini dengan konsisten maka getting bigger and bigger over time.

Walaupun saya masih belum konsisten dan totalitas dalam mengerjakan personal branding, tapi saya merasa ketika saya mendeklarasikan diri saya dan membangun personal branding sebagai seorang freelancer di semua platform social media yang saya punya, alhamdulillah peluang selalu ada. Pendapatan cenderung stabil bahkan meningkat selama pandemi.

Kita juga tahu bahwa diri kita lebih mudah dikenal di media sosial daripada secara langsung. Sebab orang-orang lebih mudah mengakses siapa kita melalui media sosial yang kita punya. Bahkan salah satu tahap recruitment pekerjaan adalah background checking dari media sosial. Bayangkan jika media sosial yang kita miliki hanya berkesan biasa saja atau bahkan berksean buruk.

Personal branding is very great investment also. Mulailah kenali diri kalian sendiri. Putuskan apa yang ingin kalian “tampakkan” di media sosial kalian. Jangan jadikan ini sebagai ajang aktualisasi diri, tapi jadikan ini ajang kalian untuk memberikan suatu hal positif yang kalian miliki untuk orang lain.

Kindness and positive content should be viral.

How do you like this article?
0

© 2024 hanihusam. All rights reserved.