Anak — Investasi yang Paling Menguntungkan

Written on September 22, 2020 — 4 min read
image-Anak — Investasi yang Paling Menguntungkan
image-Anak — Investasi yang Paling Menguntungkan

Introduction

Salah satu hal yang saya sadari, betapa pentingnya hal tersebut, setelah menikah adalah menejemen keuangan. Kemampuan menejemen keuangan ini sangat terasa ketika sudah berkeluarga. Gambaran sederhananya adalah ketika ada uang masuk/gajian, harus tahu uang tersebut dialokasikan ke mana saja dan berapa persentasenya. Kebutuhan harian, tabungan, dana darurat, dll.

Uang yang dimiliki juga jangan sampai bersifat statik atau berakhir 0. Harus ada alokasi anggaran yang terus berkembang untuk kepentingan jangka panjang. Salah satu caranya adalah dengan investasi. Begitu banyak pilihan investasi yang bisa kamu praktikkan, seperti Reksadana, Obligasi, Emas, dll. Selengkapnya bisa kamu baca di sini. Pilih mana kiranya yang cocok dengan kesehatan finansialmu.

Namun ada satu investasi yang menurut saya luput dari opsi pilihan investasi terbaik yang menguntungkan, baik dari segi finansial maupun spiritual, yaitu adalah Anak.

"Banyak anak banyak rezeki"

Kira-kira pepatah di atas yang mana berasal dari zaman orang tua dan kakek-nenek kita dulu masih relevan tidak ya di zaman sekarang?

Perihal pepatah tersebut, izin kan saya mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, yang disahihkan oleh Albany dalam Jami’ As-shohih, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

Nikahilah oleh kalian wanita yang pencinta dan subur, karena aku akan berbangga dengan banyaknya kalian kepada umat-umat yang lain.

Bahwasannya Rasulullah ﷺ secara tersirat memerintahkan kepada umatnya, kita, untuk memperbanyak anak yang dengan itu beliau ﷺ akan berbangga dengan jumlah pengikutnya kelak di hari akhir yang lebih banyak daripada nabi-nabi lainnya beserta umatnya.

Ternyata kata “banyak anak” sendiri itu sudah ada sejak zaman dulu, bahkan Rasul ﷺ yang memerintahkan.

Lalu apa hubungannya dengan rezeki?

Kita semua sudah familiar bukan dengan sabda beliau ﷺ yang menyatakan bahwa ada 3 amalan yang tak akan terputus meski kita telah mati? Ya, salah satunya adalah anak yang berbakti.

Sering sekali kita lupa bahwa hidup di dunia itu hanya sementara, tidak selamanya. Namun dalam menjalaninya seakan kita akan hidup begitu lama. Dalam memaknai rezeki kita juga sering tidak visioner. Tertutup hanya sebatas materi uang. Padahal rezeki luas maknanya. Bahkan kehidupan yang Allah ﷻ berikan merupakan rezeki yang selalu kita lalaikan. Pun juga anak, mereka termasuk rezeki.

Coba kita sambungkan dengan hadist Nabi ﷺ tentang amal tak terputus di atas. Bayangkan jika kita berhasil mendidik anak kita dan menjadikannya sholeh nan berbakti, bukan kah itu termasuk ladang harta yang melimpah, membahagiakan, dan membanggakan? Tidak hanya di dunia, tetapi rezeki ini juga akan terasa hingga kelak di akhirat. Bayangkan kelak kita yang penuh dosa ketika sampai di hari penghakiman tiba-tiba Allah meringankan timbangan dosa dan memberatkan timbangan pahala lantaran kita memiliki anak sholeh yang selalu meminta pengampunan untuk kita. Masya Allah... Itu baru 1 anak. Bagaimana jika banyak? Dan masih banyak rezeki lain yang kita dapat dari anak soleh yang berhasil kita didik. Jadi, ungkapan “Banyak anak banyak rezeki” insya Allah benar adanya.

Eits, tapi ada syarat dan ketentuan berlaku, yaitu kita harus benar berhasil mendidik anak kita dengan cara sebagaimana Rasulullah ﷺ ajarkan. Bagiamana caranya? Yuk mari belajar dan pahami betul Al-Qur’an dan Hadits nabi ﷺ. Di sana ada jawabannya.

Berat?

Coba tanyakan sama diri kita masing-masing. Untuk mendapatkan rezeki dunia yang sementara kita rela untuk begadang semalaman, merantau hingga pelosok dunia, rela berkorban segalanya, sedangkan untuk rezeki yang jelas-jelas bersifat “selamanya” kita dengan mudah mengatakan tidak mungkin dan berat untuk dijalankan?

Anak bukan hanya sebatas rezeki saat ini, melainkan juga merupakan investasi yang menjadikan amalan kita melampaui batas umur kehidupan kita.

Semoga Allah memberikan pertolongan kepada kita dalam mendidik anak-anak kita.

Ya Rabbi, karuniailah kami anak-anak yang sholeh.

Wallahu 'a'lam

How do you like this article?
1

© 2024 hanihusam. All rights reserved.