Pecah Telor dan $1000 Pertama di Upwork Hanya Bermodal Portfolio

Written on September 21, 2020 — 5 min read
image-Pecah Telor dan $1000 Pertama di Upwork Hanya Bermodal Portfolio
image-Pecah Telor dan $1000 Pertama di Upwork Hanya Bermodal Portfolio
Bagaimana bisa hanya dengan modal portfolio bisa mendapatkan uang sebesar $ 1,000?

Ya, tentu bisa. Tapi memang tidak semudah seperti judul yang tertera tentunya. Izinkan saya bercerita tentang pengalaman saya bagaimana bisa mendapatkan $ 1,000 pertama saya di UpWork dengan modal portfolio.

Apa itu Upwork?

Buat teman-teman yang belum tahu, Upwork (sebelumnya bernama oDesk) adalah marketplace yang mempertemukan Client dengan Freelancer dari berbagai belahan dunia. Upwork merupakan hasil merger antara oDesk dan situs freelancing lainnya, Elance.

The Story

Cerita ini bermula ketika saya masih menjadi seorang mahasiswa akhir yang sudah menikah dan belum memiliki sumber pemasukan untuk nafkah keluarga.

Singkat cerita, saya diperkenalkan UpWork oleh teman saya seorang Senior Programmer di sebuah kantor pemerintahan. Dia “mengiming-imingi” saya bagaimana rasanya mendapatkan cuan $ hanya dengan “duduk diam” di rumah melalui platform tersebut. Selain memperkenalkan, dia juga membimbing saya supaya bisa ikut bergabung pada platform tersebut. Sebab tidak bebas untuk bisa bergabung di dalamnya.

Setelah berhasil bergabung, saya mulai melengkapi halaman profil saya. Membangun personal branding dengan bermodalkan melihat referensi dari halam profil orang lain kemudian menerapkannya pada halaman profil saya. Bukan copy-paste, ya. Pake cara ATM; Amati, Tiru, dan Modifikasi sesuai dengan profil kita sebenarnya.

Saya pun juga mengunggah semua portfolio pemrograman yang masih sangat sedikit. Isinya kurang lebih hanya sebatas tugas kuliah, program saat Kerja Praktek, yang belum jadi padahal, hehe…, dan program Tugas Akhir.

Semuanya sudah siap. Saya pun mulai mengirim proposal kepada para calon client yang mana permasalahan mereka kira-kira bisa saya kerjakan.

Satu bulan…

Dua bulan…

Tiga bulan berlalu…

NIHIL.. Tidak satupun client yang menerima proposal saya.

Akhirnya saya berhenti untuk aktif di UpWork yang mana bertepatan juga dengan saya diterima kerja di suatu startup baru di daerah Jabodetabek. Saya di sana berperan sebagai Full-stack Engineer. Iya, full. Sebab hanya saya sendiri seorang Engineer di sana.

Saya pun mulai perjalanan karir profesional pertama saya di sana. Pada awalnya sangat berat saya menjalaninya. Saya yang notabene lulusan disiplin ilmu Informatika yang memiliki kemampuan ngoding nol diberi tanggung jawab sepenuhnya untuk mengurusi segala hal yang berhubungan dengan IT. Cerita bagaimana saya bisa bertahan dan mengejar ketertinggalan bisa kamu baca di tautan ini.

Seiring waktu berjalan, saya mendapatkan ilmu dan pengalaman baru. Kesempatan yang ada di sana saya manfaatkan untuk mempelajari teknologi-teknologi pemrograman web yang sedang populer, seperti React dan Django.

Disamping itu saya juga masih aktif update menambah daftar pada portfolio di profil UpWork, salah satunya yaitu yang saya kerjakan di perusahaan tempat saya bekerja tadi; membuat sebuah platform menggunakan Django x React.

Hingga pada suatu ketika, sekian bulan lamanya, tiba-tiba ada email masuk. Sebuah invitation dari seorang client di UpWork yang berisi undangan untuk meminta saya membuat sebuah platform media sosial menggunakan Django x React.

Singkat cerita setelah diskusi dengan client akhirnya saya mendapatkan pekerjaan tersebut dengan bayaran sebesar $ 35,5/jam dengan ketentuan kerja perminggu maksimal 10 jam kerja.

Alhamdulillah, akhirnya dari situ saya semakin semangat dan yakin untuk fokus menjalani karir sebagai full-time freelancer.

Begitulah cerita singkat bagaimana saya bisa mendapatkan $ 1,000 pertama saya dengan hanya bermodal portfolio, tanpa harus beradu kirim proposal.

The Tips

Berikut adalah beberapa strategi yang ingin saya bagikan supaya teman-teman bisa “pecah telor” dan memiliki karir yang cukup menghasilkan di UpWork:

Strategi #1: Lengkapi Profilmu

Hal yang pertama dilihat oleh Client setelah proposal adalah halaman profilemu. Jadi, lengkapi biodata singkat, skill, dan foto profilemu. Hindari typo atau kesalahan grammar pada biodata singkat. Pastikan skill yang kamu pajang sesuai dengan kemampuanmu dan bisa dipertanggungjawabkan. Gunakan foto profil yang memperlihatkan bahwa kamu seorang profesional. Bisa menggunakan pas foto atau foto yang memperlihatkan fokus ke wajahmu yang sedang tersenyum. Ikuti dan selesaikan Upwork Readiness Test.

Strategi #2: Selalu Perbarui Portfoliomu

Sekecil dan sesedikit apapun proyek yang pernah kamu kerjakan, jangan ragu untuk bangun dan atau memperbarui portfolio di UpWork. Terus saja konsisten untuk melakukannya. Karena kita tidak tahu portfolio mana di antara itu semua yang bisa mendatangkan rezeki.

Saya juga bukan termasuk seorang programmer yang memiliki historis jam terbang yang tinggi. Kamu bisa melihat portfolio saya di Github yang masih sedikit kontribusi dan reporsitory. Tapi saya mencoba untuk tetap konsisten memperbaruinya dengan projek kecil-kecilan. Entah itu professional work atau hanya sekedar projek bebas.

Strategi #3: Terus Asah Kemampuan

Jangan lupa juga untuk terus memperbarui kemampuan. Entah itu yang berhubungan dengan teknis pekerjaan atau hal-hal yang bisa mendukung pekerjaan tersebut.

Misalkan saya, selain saya mengasah kemampuan koding, saya juga mencari tahu bagaimana membuat proposal atau cover letter yang baik supaya calon Client merespon proposal saya. Saya juga melatih kembali kemampuan berbahasa inggris, baik dalam tulisan maupun ucapan. Sebab mayoritas calon Client di UpWork berasal dari luar negeri.

Itu dulu. Good luck! Semoga kamu bisa segera “pecah telor” mendapatkan $ 1,000 pertama, kedua, dan seterusnya.

Percayalah, dari setiap usaha yang kita lakukan, Allah selalu melihat itu semua dan sedang menyiapkan kejutan terbaik untuk kita.

How do you like this article?
0

© 2024 hanihusam. All rights reserved.